Banyak Pelajaran dari Kata-Kata di Bak Truk

Cakyus - Sinau sing paling utama yaiku sinau babakan urip lan sesrawungan.

Belajar tentang kehidupan jaman sekarang banyak yang lebih fokus pada buku-buku yang beredar terlebih tentang masalah keluarga dan sosial. Padahal itu hanya masyarakat yang ada pada lingkungan penulis saja. Apa akibatnya? ya hanya bersifat teoritis yang menambah pola pemikiran saja.

Apakah tidak boleh ?
Ya silahkan saja, toh saya juga membacanya hehe. Banyak manfaat juga dengan membaca bacaan-bacaan seperti itu yang akan mengembangakan kreativitas dan pola pemikiran yang semakin luas, dan apabila nanti terjun langsung ke masyarakat punya banyak solusi-solusi yang sederhana

Hal penting yang harus diutamakan dalam penyelesaian masalah di masyarakat adalah terkait dengan loaylitas, kesederhanaan, kemudahaan, serta aspek ekonomis juga. Tidak seperti di dunia sekolah/kampus yang bekerja secara profesional dan pemikirannya sama tingkatannya. Di masyarakat setiap orang memiliki pendirian sendiri dan pola pikir yang tidak seimbang.
Sederhana dan adab harus utama

Lihatlah yang sering tertulis di Bak Truk 

Sering gak sih kalian kalo main keluar (jalan-jalan) lintas provinsi yang banyak truk-truk angkut? semoga sering ya soalnya sekarang banyak yang menjadi anak yang rajin dirumah, hehe.

Rajin main gadget dan sosmed sehingga sampai gak tau betapa indahnya dunia ini yang sudah diberikan-Nya untuk dinikmati. Pesan-pesan moral yang  realistik banyak disampaikan di kendaraan-kendaraan ini.

Ntah apa tujuan utamanya, saya juga kurang tau, cak. Mungkin karena hidup semakin "keras" dikit-dikit "keras". 

Pacar di chat temen, eh kenalan, eh jadian, "KERAS". 

Sing keras ki watu, cak!

Ini ada beberapa yang bisa saya abadikan pesan-pesan di truk nih


 

"Ora usah dolanan barang nyempit, Enak e sak menit rekosone sundul langit"

Memang hidup keras, apapun keras, hehe. Arti dari kalimat diatas adalah "tak usah bermain dengan sesuatu yang "nylempit (aku bingung mengartikan)", enaknya cuma satu menit, kerja kerasnya sampai ke langit.

Begitulah artinya kira-kira. Jika di telaah dengan hati nurani, pesan yang disampaikan adalah bekerjalah dengan giat jangan mencari hal-hal yang susah, walaupun itu enak tapi nikmatnya hanya sementara

Carilah pekerjaan yang sekiranya bisa dilakukan sesuai dengan yang kita bisa. Terkadang yang kita  rasakan enak ternyata tidak baik untuk kita.

"Minum narkoba itu nikmatnya sesaat, mendapatkan saja harus menyelinap dan mengonsumsinya saja harus mengeluarkan uang yang super, tapi itu tak baik untuk kita".

"Lipstick boleh mahal, tapi bibir jangan murahan"

Jika ditelisik dengan pikiran yang sedikit agak kurang bersih, apabila kita mempunyai sesuatu yang mahal silahkan saja, karena itu kebutuhan masing-masing, tapi jangan sampai murahan, yaitu jangan sampai sombong atas yang dimilikinya. Oke?

Ilmu harus tinggi, sekolah boleh jurusan yang top, tapi jangan sampai merendahkan orang disekitarmu yang mungkin belum tau dan kau merasa paling pinter.


"Ora perlu tenar, ora perlu sangar, ora perlu koar-koar, sing penting rezeki lancar"

Artinya kira-kira adalah "tak perlu terkenal, menakutkan, teriak-teriak, yang penting rezeki lancar".

Kata diatas sangat mencerminkan kondisi dunia saat ini entah dinegara mana ya (kayak pernah ngerasain). Orang sekarang kepengen dihargai dan diakui, ditakuti, bahkan diperhatikan untuk mencari simpatisan dengan sok menakutkan, merasa paling bener, dan teriak-teriak paling bener (mungkin bisa saja bener). Tapi, lupa akan sekitar dan kesejahteraan keluarganya. 

"Sejahtera lahir dan batin lho ya"

Padahal menurut saya, cak. Hidup itu sementara saja, cobalah berdamai dengan sekitar, selalu menundukkan diri sampai orang disekitarmu ingin menegakkanmu. Jangan sampai tak mau menunduk diri sampai-sampai orang disekitarmu menundukkan diri karena keegiosanmu.

"Sing waras ngalah"  

Keluarlah kata-kata itu akhirnya. Dadi, jangan sampai kamu terlena dengan ketenaran dan ilmumu dan ingatlah akan sampingmu yang membutuhkan bantuanmu (baik ekonomi maupun psikologi)
  

"Melupakan ibadah itu neraka, Melupakan orang tua itu durhaka, Melupakanmu Mana Bisa?

Eakk, kata - kata yang ciamik nih buat saya. Pesan sangat tersurat sekali. Ibadah adalah hal wajib bagi setiap orang untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Melanggar? dosa. 

Orang tua, yang selalu menyayangi kita sejak lahir, merawat kita, bahkan menangis karena perilaku kita yang terlalu tak baik. Tanggung jawa mereka besar, jadi tolong ringankan mereka dengan selalu taat beribadah, taak kepada orang tua, dan bermasyarakat dengan baik.

Melupakanmu? mana bisa!. Maafkan aku tak bisa melupakanmu karena kenanganmu saat kita bertatapan mata sangat mengenang sampai-sampai gerimis diluar menandingi gerimis dimataku.

Melupakan seseorang yang berbuat baik pada kita itu susah dan kita harus berbalas budi dengan apa yang telah mereka lakukan pada kita, minimal mendoakan yang baik baik.

Kalau melupakan manta?

Oke, lanjut ke terkahir.


 "Sepurane dek, yen aku ora iso kekinian koyo liyane, mergo tanggung jawabku luweh gede timbang gengsiku"

Jaman sekarang mah gengsi nomor satu ya, apalagi kalo ketemu mantan yang lagi gandengan, langsung deh sembunyi. hehe.

Banyak cerita  sebenarnya tentang ini. Salah satunya adalah tentang ngopi. Ngopi sekarang lebih ke "Gengsi" atau "menikmati" 

Banyak yang suka nongki-nongki di tempat kopi modern, exclusive, dan harganya bisa mencapai 25k-35k per porsi kopi. Sedangkan kalo saya yang dicari adalah kenikmatan ngopi, jadi dimanapun itu yang penting bisa mengelola pikiran.

Yang penting murah + iso ngopi itulah prinsipku. Kopi anggap saja 6k/porsi dan makan angkringan 8k/porsi udah dapat macam-macam dan gak sampai 25k lho, maklum anak kos sih makan saja pake tangan.

Bagaimana dengan temenmu?

Bukankah dunia itu menarik, maka jangan sampai terlupakan oleh dunia. Pesan moral dan kehidupan terbanyak bukan dari orang yang terpadang saja, bukan dari orang yang kaya saja, tetapi dari orang-orang yang pernah terluka oleh kerasnya dunia, oleh kejamnya mantan  harta dan tahta, bahkan dari orang yang sederhana merajut kasih sayang dalam hidup dan selalu ikhlas melepaskan dia.

Akhir kata, jo lali ngopi dan mengenangnya :)

0 Response to "Banyak Pelajaran dari Kata-Kata di Bak Truk"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel