Milih Sandal atau Kopyah ?

Sandal atau kopyah - cakyus.web.id

Berkehidupan - Dalam kehidupan sehari hari tidaklah susah, yang paling ditekankan adalah berkaitan dengan persaudaraan dan silaturahmi sehingga suasana kekeluargaan menjadi terasa di lingkungan sekitar kita.

Tak jauh-jauh terdapat sebuah kebudayaan yang dipakai di rakyat Indonesia. Kita tidak asing lagi dengan yang namanya sandal dan kopyah. Sandal yaitu alat yang digunakan untuk melindungi kaki (terserah untuk apa sih) dan kopyah untuk melindungi kepala (lebih ke rambut) supaya tidak rusak dsb.

Dalam beribadah, kopyah biasanya untuk menutupi rambut supaya tidak nglawer ke dahi, karena nanti dianggap tidak sah.

Nah, kalo kalian disuruh memilih dari keduanya, kalian memilih yang mana?
Nek aku sih, milih ndi ae sing penting gratis hehe. Ojo ngunu guyonan ya.

Kita bicara tentang sandal dulu ya. Sandal itu biasanya berbahan karet ataupun kayu, atau bisa plastik (yang biasa buat terapi2 itu lho). Letak sandal dalam kehidupan sehari-hari adalah dibawah dan diijak-injak manusia sehingga harus memiliki bahan yang kuat.

Setiap orang pasti memiliki sandal karena merupakan kebutuhan primer setiap orang. Bahkan sandal memiliki beberapa tingkatan dari sandal kalangan petani (mely) sampai sandal pejabat (swallow) tergantung kondisi yang ada.

Kenapa sih, para petani (tukang tandur, macul, dsb) biasanya memilih sendal melly? karena sandalnya jika kalepnya putus bisa disambung lagi menggunakan bantuan api dan direkatkan kembali. Nek swallow ra iso. Jadi bisa ngirit biaya kan. hehe.

Kita beralih ke Kopyah, Kopyah digunakan oleh setiap orang juga tetapi tidak menjadi kebutuhan primernya. Biasanya hanya sebatas kebutuhan skunder yang digunakan ketika acara-acara tertentu (tahlilan, manakib, yassinan, dsb), beribadah, dan acara-acara nikahan. Letak kopyah di kepala, sehingga harus terlihat bagus dan cocok dengan pemakainya serta harus pas.

Terus milih endi? pilih kabeh ae, karena masing-masing memiliki manfaat dan keperluang masing-masing dan tidak bisa saling menggantikan (subtitusi)

Yang pengen saya ceritakan sebenarnya adalah kita bisa belajar dari keduanya. Sandal, yang notabene sebagai barang yang diijak-injak fungsinya. Tetapi lihatlah, tidak ada sandal yang secara fungsi membuat pemakainya terluka, bukankah fungsi sandal untuk melindungi kaki? 

Sandal melindungi dari kotoran, kerikil, eri, dan carang bambu yang sangat membahayakan khususnya untuk para petani disawah lho ya. Akan tetapi, sandal tetap istiqomah selalu menjada pemakainya walaupun yang tertusuk-tusuk adalah sandalnya. Tetapi sandal tak pernah mengeluh ke pemakainya. Selalu merendahkan diri, tak sombong, tak takut kotor yang menjaga dari kotoran (lencong, tletong,krintil wedus), dan tidak dipandang oleh orang banyak.

Kopyah, posisinya berada dikepala, berkuasa karena berada dipaling tinggi dari posisi tubuh manusia. Kopyah jauh dari kata kotoran, karena jauh dari yang namanya kaki dan daratan . Yang dilihat dari kopyah adalah derajatnya. Mengapa? karena yang dipandang keindahan di posisi paling atas. Bagus, indah, warnanya kalem, motifnya kreatif, jauh dari kata-kata buruk.

Yang perlu diingat adalah banyak orang yang terlupa akibat tingginya suatu pujian, ilmu, jabatan, dan posisi, sehingga tidak mampu memperhatikan yang dibawahnya.

Kalo sandal yang kotor, "Ah yo biarin sandal kotor". Kalo kopyah yang kotor,"Duh kopahku kotor".
Jangan selalu anggap yang tidak terlihat berbuat baik itu orang nggak baik, dan sebaliknya. Siapa tau memang mereka tidak ingin menunjukan identitasnya dan supaya diangga bukan orang baik.

 Nilainen awakmu kui elek, ben ono usaha kanggo memperbaiki diri, mergo yen menilai awakmu apik ora bakal gelem nambah apik mergo ngroso wes cukup apik.

0 Response to "Milih Sandal atau Kopyah ? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel