Sukses SBMPTN Tanpa Bimbel? Apakah Bisa? Ini Pengalamanku


Cakyus.web.id - Para siswa diseluruh Indonesia khususnya para siswa SMA pastilah mempunyai cita-cita yang hampir sama tapi sama persis yaitu ingin belajar di dunia pendidikan formal setinggi-tingginya yaitu di bangku perkuliahan.

Sebenernya ada banyak jalur masuk perguruan tinggi yang ditawarkan oleh pemerintah maupun oleh PTN secara pribadi. Kita bahas yang ditawarkan oleh pemerintah saja ya. Pertama adalah SNMPTN yang merupakan jalur masuk PTN yang menggunakan nilai rapor untuk seleksinya dan SBMPTN merupakan seleksi yang menggunakan nilai Tes untuk menentukan siswa diterima ataupun tidak.

Nah kali ini, aku akan bahas SBMPTN saja karena aku gak lolos SNMPTN dulu (sedih nggak sih? B aja). Nah untuk SNMPTN sih katanya pengaruh alumni sangatlah menentukan akantetapi di SBMPTN hal itu tidak menjadi penting. Yang terpenting adalah nilai kalian pada saat tes bisa bersaing dengan yang lain atau tidak.

Dahulu sistem penilaian SBMPTN masih terbilang mudah dan kita bisa memprediksi seberapa yang harus kita kerjakan dengan benar karena penilaian masih menggunakan bobot angka, yaitu benar (+4), salah (-1) dan tidak menjawab (0). Akan tetapi, sekarang kok semakin susah ya? (nasib kalian wkwk). Tapi intinya sama saja yang menjawab dengan banyak dan benar pasti kebanyakan diterima.

Sistem baru ini memperhitungkan bobot soalnya yaitu ketika soal dirasa susah oleh kebanyakan siswa dan ada yang bisa mengerjakan maka yang benar itu mendapat poin yang tinggi sedangkan yang diangap semua bisa dan mudah maka yang bisa mengerjakan akan mendapatkan nilai yang rendah pada poin soal tersebut.

Terus bagaimana bisa lolos SBMPTN tanpa kita Bimbel ataupun les online?


Nah sedikit cerita aja. Aku dulu pernah daftar SBMPTN dan alhamdulillah diterima di PTN dengan jurusan ya bisa dibilang lumayan bagus (menrutku), tapi ya karena "kahanan" tidak saya ambil.

Nih saya kasih sedikit pengalamanku ketika dulu masih dibangku SMA supaya bisa lolos SBMPTN.

Pertama, pilihan PTN dan Jurusan. Pilihan ini sangatlah menentukan kalian masuk ataupun tidak dalam persaingan masuk PTN. PTN yang mendapatkan ranking oleh ristek dikti diatas (1-14) pasti akan diminati banyak siswa sehinga persaingan semakin ketat.

Jurusan yang terkenal dan banyak peminat (bisa cek tahun lalu) akan memiliki persaingan yang ketat juga. Jadi pilihlah jurusan yang kira-kira sesuai dengan dirimu. Kenapa "kira-kira"? karena minat bisa saja berubah. Walaupun aku dulu suka banget sama kimia ketika kelas 3 SMA pilihanku di PTN tidak ada yang berkaitan dengan KIMIA sama sekali. Tapi selow aja gan, semua bisa asalkan usaha.

Kedua, cara belajarku. Ini hanya caraku mungkin kalian punya sendiri sih kan tergantung tipe kalian juga. Kalo aku dulu, pertama aku mulai belajar SBMPTN setelah penguman SNMPTN tak lolos (jangan ditiru, siapkan minimal mulai liburan semster 1 kelas 3 ya).


Nah, karena rentang waktu pengumuman SNMPTN dengan tes SBMPTN hanya terpaut satu bulan saja, aku harus mempunyai strategi dalam mengejar ketinggalanku (soalnya teman-temanku udah siao banget dan udah les sana sini). Karena ada kendala keuangan maka tak mungkin aku ikut bimbel yang mahal walaupun itu ratusan ribu (bayar SPP aja telat).

Strategiku adalah aku membeli buku soal-soal SBMPTN di toko loak (ya toko buku bekas gt) dan pinjam buku sama yang sudah lolos SNMPTN (daripada nganggur kan ya). Nah strategiku adalah mengajak yang lain baik yang bimbel atau tidak belajar dirumahku (yang gak lolos SNM). Bukan masalah riya aku bisa atau tidak disinilah strategiku muncul. Ketika aku bisa mengajari yang lain tentang soal-soal yang ia tanyakan maka koleksi soalku semakin banyak dengan bekal bukuku hanya 2 buah saja.

Nah, bagi anak bimbel pastilah diberi trik dan tips serta soal-soal yang tidak ada dibuku yang dijual umum kan ? serta disana lebih dijelaskan. Oleh karena itu ketika ditanya dan tidak bisa maka aku berusaha mencari jawaban sampai ketemu (dulu di FB ada grup yang sekarang sudah mati kayaknya). Nah kita dapat ilmu yang didapat si orang yang bimbel tadi tanpa kita bimbel.

Kemudian kita aja tukeran buku saja biar saling merasakan, dengan ini kita tau banyak tipe soal dan cara penyelesaiannya. Apabila benar-benar tidak tau kita ke sekolah tanyakan pada guru SMA dan minta dijelaskan.

Aku mengahbiskan 1 buku persiapan SBMPTN selama 3 minggu dan itu full mulai TKD saintek sampai TPA. kalo belum paham silahkan komentar saja nanti sambil dijelaskan ya.

Habis itu? kurangi intensitas belajar kalian.

Ketiga dan terakhir. Bermunajatlah kepada Sang Pencipta dan meminta restu Orang Tua. Kenapa? inilah penetu segalanya setelah kalian Ikhtiar belajar dan melakukan tes nanti. Untuk yang muslim, biasakan baca sholawat yang banyak (7 kali setelah beribadah), membaca kitab (+ surat Yasiin) tiap hari, dan amalan-amalan lain yang diajarkan oleh guru atau orang tua kalian. Kemudian, mintalah kepada orang tua untuk mendoakanmu (sebenarnya tanpa diminta pasti udah didoakan).

Apa pentingnya? 

Ridho Alloh tergantung ridho orang tua

Maka dari itu doa orangtualah yang menjadi ujung tombak kita. Doa-doa kita itu membantu rileks ketika kita menjalankan tes nantinya (udah aku rasain).

Nah mengapa sih kok seminggu terakhir mengurangi intensitas belajar? tujuannanya adalah supaya kita tenang dan rileks apalagi mempersiapak perjalan jauh menuju tempat tes (saya jauh dari tempat tes). Kemudian ajak keluarga makan bersama (di tempat bakso/mie ayam murah dan wow pokoknya), carilah tempat yang tidak elit biar bisa merasakan indahnya dunia. Karena ketika "spaneng" dengan belajar, apa yang diingat akan semakin berkurang.

Nah itu sedikit pengalaman dariku semoga bermanfaat. Pesan terakhir adalah minum air yang banya ya biar tetep seger.

"Ngopi akan terasa pahit jika tidak ada perjuangan untuk menambah gula" "Hidup akan pahit jika tak aja perjuangan untuk bisa"
Yusuf Abdhul Azis

0 Response to "Sukses SBMPTN Tanpa Bimbel? Apakah Bisa? Ini Pengalamanku"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel