Merdeka Tak Hanya Ucapan dan Mimpi

Cakyus.web.id - Merdeka Indonesiaku Dirgahayu Indonesiaku ke-73. Semoga semakin hari engkau semakin jaya dan maju melebihi apa yang diinginkan oleh pendiri bangsa kita. Pada hari ini, 17 Agustus 2018 Indonesia merayakan Hari Kemerdekaannya ke-73. Tema kali ini adalah "Kerja Nyata, Prestasi Bangsa". Artinya, Indonesia harus mengubah pemikiran dari pemimpi menjadi pelaku perubahan sedangkan prestasi bangsa ialah bisa dikatakan untuk menyambut Asian Games yang segera dibuka setelah ini.




Kerja nyata, yang diharapkan adalah kita sebagai rakyat Indonesia yang sangat dipandang di dunia haruslah mulai mengukir nyata mimpi-mimpi kita, jangan hanya menunggu mimpi saja misalnya 2045 dimana 100 Indonesia yang "katanya" akan menjadi negara maju dan menduduki 5 negara berpengaruh di Dunia. Tanpa kita sadari banyak negara diluar sana takut akan kemajuan Indonesia. Akan tetapi, kita sendiri sudah diporak porandakan dengan "mimpi" apalagi dunia maya sudah merambah di Indonesia sangat cepat.

Mimpi itu akan berhasil jika butuh proses yang baik juga, oleh karena itu mulai era reformasi sangatlah dibuka atas partisipasi rakyat dalam membangun negara dan tidak dikuasai oleh petinggi-petinggi negara. Lihatlah sekarang mimpi sudah dirintis mulai era presiden ke-3 (Pak BJ habibie) sampai sekarang presiden ke 7 (Pak jokowi).

Maka dari itu, tema kerja nyata itu untuk menyongsong kita menjadi negara maju baik adab maupun keilmuan. Akan tetapi, dengan majunya teknologi Rakyat Indonesia dimanjakan dengan dunia digital seperti sosial media, aplikasi pesan antar, dsb. Hal itu sangatlah baik apalagi bila dipegang dan dimiliki oleh orang Indonesia. Akan tetapi, pelaksanaan di Indonesia, dunia maya mulai banyak diisi oleh aliansi-aliasi radikal, provokatif, dsb sehingga membuat apa-apa saja dikaitkan dengan politik dan menimbulkan perpecahan.

Selain itu, yang sangat mencolok adalah kita itu "koar-koar" ingin maju tapi tak ada usaha untuk maju. Kita sebagai rakyat hanya meminta pemerintah begini, tapi kita sendiri tidak mau begitu dengan memulai dari hal kecil. Kita terkesan malas dan jadinya hanya menjadi seorang pemimpi "andaikan Indonesia . . ., kita akan . .".

Bukankah Negara yang dihargai, maju, dan terhormat jika rakyatnya menghargai, mau maju, dan mau menghormati sesama? Nah, gitu yuk kita mulai merintis dari hal keci. Iya memang sih presiden dan para wakil kita disana menyampaikan aspirasi kita, tapi apa kita percaya begitu saja ? apakah aspirasi kita sudah didengar oleh wakil kita?

Jangan hanya menyalahkan presiden tapi ingatkan wakil kita apakah sudah amanah? Terkadang Presiden itu sudah sangat berat memikirkan dan melaksanakan programnya akan tetapi tetap saja di "nyinyir" mulai dari Pak SBY tentang BLT yang tidak produktif, Pak Jokowi yang yang hanya insfrastruktur saja dan hutang nambah.

Ya itu langkah beliau-beliau disana untuk kita, pemikiran kita tak sampai bila disandingkan dengan beliau-beliau. Kita mikir diri sendiri makan apa saja masih bingung apalagi memikirkan rakyat yang ratusan ribu juta butuh makan? 

Sebenarnya kita bisa memulai dengan hal kecil seperti, Jika ada pekerjaan ya silahkan dilamar (lamar mantan wkwk), jangan hanya menunggu pekerjaan yang sesuai dengan bidangmu saja. Pekerjaan terkait dengan keahlian dan keahlian bisa diasah dengan kebiasaan. 

 Jangan jadikan status "Sarjanamu" sebagai orang yang paling tau, karena orang yang paling tau adalah orang yang banyak "pengalaman" bahkan orang pengalaman bisa memadukan dengan "menejemen resiko" 

Oke kita ganti topik dulu, ke Prestasi bangsa disini adalah mungkin pemberian penghargaan untuk warga, rakyat yang telah membanggakan nama Indonesia baik didalam maupun luar negeri. Selain itu menyambut datangnya Asian Games yang akan dilaksanakan di Jakarta-Palembang. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita Bisa, kita Indonesia, dan kalau tidak bisa membantu memberikan kemenangan lomba minimal ikut mendoakan dan ikut lomba 17-an ya heheh 

Yusuf Abdhul Azis

0 Response to "Merdeka Tak Hanya Ucapan dan Mimpi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel