Iyakah Dekat? Mendekatlah



Cakyus.web.id - Sebuah kata yang banyak tafsir oleh setiap manusia. Kedekatan menurut masing-masing sangatlah berbeda karena tergantung dengan kepekaan dan kebiasaan manusia itu sendiri.

Beranikah kau menilai orang lain lebih dekat daripada dirimu? 

Janganlah suka menilai orang lain karena penilaian manusia itu sekadar "relatif" dan bisa berubah tergantung si penilai. Bahkan bisa dikatakan sangatlah subjektif dan susah dikatakan objektif. Yang berhak menilai adalah Yang Menciptakan Kita. Penilain manusia hanya sekadar membantu seseoarang menjadi lebih dekat kepada tujuan yang baik, benar, dan lurus.

Kita dekat karena kepekaan. Kepekaan seseorang dinilai dari perasaan seseoarang terhadap suatu permasalahan dan kepada yang dihadapi. Kita bisa saja merasa dekat walaupun jauh jaraknya karena kita tau rasa tak pernah membohongi, hati tak bisa menbelokkan, tapi hanya pikiran yang bisa mengarahkan ke yang lain.

Nabi Muhammad SAW,  merupakan manusia biasa tapi tidak biasa. Beliau merupakan ibarat mutiara dan logam paling mulia sedangkan kita hanya kerikil kecil ataupun debu yang bertebaran (Cak Nun - Emha Ainun Nadjib).  Beliau sangat dekat dengan umatnya bahkan beliau memikirkan umatnya yang sangat jauh jarak waktunya dan mendoakan supaya selamat dari neraka dan dosa-dosa.

Begitupun kita, kedekatan seseorang karena hatinya. Hatimu yang bisa menilai ya dirimu sendiri bukan orang lain. Ketika kau nilai ada manusia yang dekat maka belum tentu yang kau nilai itu dekat, dan sebaliknya.

Kedekatan karena kebiasaan. Terbiasa untuk mencoba dekat berubah jadi mudah mendekat dalam situasi apapun baik senang maupun duka. Ketika kau dijadikan tempat menaruh cerita orang lain dan kau terbiasa mendekatkan dirimu dengan yang lain maka orang lain akan cepat merasa dekat. Jangan buat jarak diantara kita.

Kebiasaan dan Kepekaan bisa diciptakan dana dirasakan dalam diri kita. Banyak cara untuk mendapatkan itu, antara lain membayangkan kita diposisi mereka, membayangkan tanggungan mereka, jangan takut salah sebelum kamu disalahkan dikemudian hari dengan lebih sadis, bersihkan hatimu, menangislah karena dekat.

Menangis tak memihak pada wanita yang rapuh dan laki-laki yang nggk jantan. Menangis adalah pilihan seseoarang untuk mendekat. Mendekat kepada-Nya dan mendekat kepada mereka.

Tidak ada orang yang jauh didunia yang fana ini ini, yang ada adalah penilaian dirimu terhadap dirimu sendiri. Jika kau menilai jauh maka berusalah mendekat secepat mungkin, ketika merasa dekat jangan lupa karena merasa dekat.

Wong jowo iku seimbang, ora duwur lan ora endek. Tapi iso ngimbangi wong duwur lan iso ngimbangi wong endek. 

Yusuf Abdhul Azis

2 Responses to "Iyakah Dekat? Mendekatlah "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel